Kondisi Pariwisata Pulau Lombok Pasca Gempa 7.0 SR

Pantai Nipah

Pantai Nipah

Sudah hampir sebulan rentetan gempa bumi mengguncang Pulau Lombok. Data dari BPBD sejauh ini terdapat 559 korban jiwa, 390.529 jiwa mengungsi dan 76.765 rumah rusak. Pulau Lombok yang biasanya tenang, tidak banyak gejolak, dalam sebulan terakhir menjadi mencekam. Sebagian besar warga di seluruh Pulau Lombok mengungsi. Ada yang di tenda pengungsian (terutama warga yang rumahnya hancur) dan sebagian lagi membuat tenda sementara di depan rumah atau pekarangan karena tidak berani beraktivitas di dalam rumah. Hingga tulisan ini dibuat sebagian besar warga masih belum berani untuk tidur di dalam rumah. Tenda ataupun terpal lebih nyaman daripada kamar yang menggunakan AC dan kasur empuk. Lalu bagaimana dengan pariwisata di Lombok? Apakah aman saja untuk dikunjungi?

Pulau Lombok terdiri dari banyak lokasi wisata. Terutama wisata pantai. Selama ini yang paling banyak dikunjungi di Pulau Lombok adalah kawasan 3 gili (air, meno, trawangan), Gunung Rinjani, Kawasan Mandalika (Pantai Tanjung Aan, Kuta, Mawun, dll), Pantai Senggigi. Selain lokasi itu masih ada juga beberapa lokasi yang lain, yakni Kawasan Sekotong, Pantai Pink, Tanjung Bloam, dan Gili Nanggu. Lalu bagaimana kondisi lokasi wisata tsb saat ini?

Pantai Mawun, Lombok Tengah

Pantai Mawun, Lombok Tengah

Gempa pertama terjadi tanggal 29 Juli 2018 dengan kekuatan 6.2 SR. Gempa ini terjadi pagi di hari Minggu saat warga baru mulai akan beraktivitas. Lokasi gempa di Lombok Timur. Kerusakan paling parah terjadi di Sembalun (Lombok Timur) dan sebagian Lombok Timur. Sembalun ini merupakan salah satu pintu masuk pendakian menuju Gunung Rinjani. Saat gempa banyak pendaki yang terjebak di Gunung Rinjani karena terjadi longsoran. Beberapa hari kemudian ratusan pendaki berhasil dievakuasi pemerintah. Saat gempa pertama ini, kawasan wisata Gunung Rinjani ditutup total. Baik melalui pintu masuk Senaru (Lombok Utara) ataupun pintu masuk Sembalun (Lombok Timur). Hingga saat ini Gunung Rinjani belum dibuka untuk pendakian.

Sunrise Gili Air

Sunrise Gili Air

Kemudian Gempa kedua terjadi seminggu kemudian, tanggal 5 Agustus 2018. Gempa dengan kekuatan 7.0 SR terjadi saat warga akan melaksanakan ibadah shalat isya, saat warga berkumpul dengan keluarga. Hingga saat ini saya masih ingat betul dengan gempa yang terjadi. Saat sedang santai di depan tv untuk menonton Moto GP tiba-tiba bumi berguncang dengan kerasnya. Listrik langsung padam saat gempa terjadi. Setelah itu gempa susulan terus menerus terjadi hingga pagi. Kondisi mencekam, panik karena mati lampu. Diperparah dengan isu tsunami yang membuat banyak warga panik. Pusat Gempa berada di Lombok Timur bagian utara. Sehingga sebagian besar di Lombok Timur (bagian utara) dan Kabupaten Lombok Utara hancur total. Hanya beberapa detik saja untuk menentukan apakah selamat atau meninggal. Gempa besar yang kedua merusak sebagian besar kawasan 3 gili (air, meno, trawangan) dan kawasan Senggigi. Esoknya, dilakukan evakuasi besar-besaran oleh pemerintah untuk warga dan para wisatawan di 3 Gili. Gempa kedua ini membuat kawasan 3 Gili dan Senggigi sepi dari wisatawan. Gempa kedua ini membuat banyak wisatawan keluar dari Pulau Lombok. Sebagian besar menuju Bali.

Sunset Malimbu

Sunset Malimbu

Kemudian gempa besar ketiga terjadi pada tanggal 19 Agustus 2018. Gempa ketiga ini lokasinya tidak jauh dari pusat gempa pertama dan kedua. Sebagian besar warga di Pulau Lombok saat itu di tenda pengungsian atau tenda depan rumah sehingga tidak banyak korban jiwa. Korban jiwa malah terdapat di Pulau Sumbawa karena getarannya juga terasa keras disana. Sebelumnya penduduk di Pulau Sumbawa aman-aman saja. Selain 3 gempa besar di atas, terdapat gempa-gempa susulan yang lebih kecil yang terus terjadi hingga saat ini. Lalu bagaimana kondisi lokasi wisata saat ini? Satu bulan setelah gempa pertama terjadi? Di kawasan 3 Gili (Air, Meno, Trawangan) saat ini sudah mulai sedikit didatangi wisatawan. Begitu juga kawasan Pantai Senggigi. Di Pantai Nipah juga sebagian besar warga sudah mulai berjualan Ikan Bakar. Alternatif lain selain lokasi wisata di wilayah utara tentunya kawasan wisata di daerah selatan (Komplek Mandalika). Di kawasan Mandalika aktivitas warga normal karena tidak ada kerusakan karena gempa. Sebagian warga di Pulau Lombok juga saat ini banyak mengunjungi kawasan Mandalika sebagai trauma healing dari rentetan gempa yang terjadi sebulan terakhir. Kawasan Wisata Sekotong dan Gili Nanggu di Lombok Barat juga aman untuk dikunjungi karena tidak ada kerusakan akibat gempa.

Sunset Batu Bolong

Sunset Batu Bolong

So, mari berkunjung lagi ke Pulau Lombok. Karena masih banyak lokasi wisata yang bisa dikunjungi. Lokasi wisata yang terdampak gempa pun saat ini sudah mulai bangkit. Jadi, jangan pernah ragu untuk mengunjungi Pulau Lombok. Karena Pulau Lombok sudah bangkit dan move on dari musibah gempa yang terjadi.

#LombokBangkit

Related Post

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline