Serunya Maybank Bali Marathon 2018

Beberapa tahun terakhir olahraga lari (running) begitu populer di Indonesia. Banyak masyarakat yang gemar lari. Semakin banyak pula komunitas lari yang ada di setiap kota di Indonesia. Semakin banyak pula event lari `yang ada di berbagai kota. Salah satu event lari yang selalu ramai pesertanya adalah Maybank Bali Marathon. Event lari yang dimulai sejak tahun 2012 ini setiap tahun selalu ramai diikuti para pelari. Bahkan di kalangan para pelari, Bali Marathon dikatakan “lebarannya” para pelari. Karena ramainya peserta yang mengikuti event ini. Tahun 2018 ini pun saya berkesempatan untuk mengikuti Maybank Bali Marathon 2018 Minggu, 9 September 2018.

Registrasi Bali Marathon dibuka beberapa bulan sebelumnya. Biasanya hanya dalam beberapa hari saja langsung habis terjual. Saya pun rebutan dengan ribuan pelari yang ingin mengikuti event ini. Saya mencoba registrasi saat early bird agar bisa mendapatkan harga yang lebih murah.Ternyata saat registrasi cukup sulit juga. Mungkin karena terlalu banyak yang mengakses website Bali Marathon. Setelah beberapa jam mencoba, akhirnya saya bisa registrasi untuk mengikuti kategori Half Marathon (21.1 KM) di Maybank Bali Marathon 2018.

Maybank Bali Marathon 2018 diadakan di Bali Safari & Marine Park Jalan Ida Bagus Mantra Gianyar, Bali. Sebelum hari H lomba peserta diwajibkan untuk mengambil race pack terlebih dahulu. Lokasi pengambilan race pack di Taman Bhagawan, Nusa Dua Bali. Saya berangkat menuju Bali hari Jum’at malam bersama rombongan teman-teman Runjani (komunitas lari terbesar yang ada di Lombok). Runjani sendiri merupakan bagian dari Indo Runners, komunitas lari terbesar di Indonesia yang ada di tiap wilayah di Indonesia. Kami berangkat menuju Bali pukul 23:00 dengan menggunakan kapal Ferry dari Pelabuhan Lembar menuju Pelabuhan Padangbai. Normalnya perjalanan laut ditempuh hanya 4 jam saja, namun karena adanya perbaikan dermaga ferry di Padangbai perjalanan menjadi 6 jam. Setelah shalat subuh di atas kapal, jam 6 pagi kapal bersiap untuk sandar. Sunrise cantik menyambut kedatangan saya di Bali. Oh iya, jika ingin menuju Bali menggunakan ferry ataupun sebaliknya, usahakan agar pagi (sunrise) atau sore hari (sunset) kapal belum sandar. Karena sunrise atau sunset di Selat Lombok begitu cantik. Momen sunrise / sunset bisa membuat pikiran segar kembali setelah beberapa jam di atas ferry.

Sunrise di Padang Bai Bali

Sunrise di Padang Bai Bali

Setelah turun dari ferry, saya beserta teman-teman Runjani bersih-bersih wajah dan badan dulu di masjid Pelabuhan Padangbai. Perjalanan berikutnya menuju ke Taman Bhagawan, Nusa Dua. Sekitar 2-3 jam dari Pelabuhan Padangbai. Sebelum sampai Taman Bhagawan, kami sarapan dulu di MCD Sanur di Jln. By Pass Ngurah Rai. Setelah sarapan perjalanan pun dilanjutkan kembali menuju Nusa Dua. Di Bali harus siap e money ya guys karena melewati tol laut untuk menuju Nusa Dua. Setelah keluar tol, kawasan Nusa Dua cukup padat. Ditambah cuaca yang cukup terik. Sampai di Taman Baghawan sudah ramai para peserta Maybank Bali Marathon 2018 yang akan mengambil racepack. Lokasi taman terbuka yang berada di pinggir pantai merupakan tempat yang nyaman untuk beristirahat sejenak setelah beberapa jam di atas ferry dan sepeda motor. Racepack sudah di tangan, siang hari pun saya berpisah dengan teman-teman Runjani. Perjalanan saya lanjutkan menuju Sesetan, Denpasar. Numpang tidur di kos teman.

Taman Bhagawan Nusa Dua 1

Taman Bhagawan Nusa Dua 1

Taman Bhagawan Nusa Dua

Taman Bhagawan Nusa Dua

Jam 02:00 dini hari saya sudah bangun untuk bersiap menuju lokasi race. Dalam waktu normal, jarak dari Denpasar (Sesetan) menuju Bali Safari sekitar 20-30 menit. Namun, karena banyaknya peserta yang menuju lokasi race, saya butuh waktu 1 jam untuk menuju lokasi race. Jam 04:00 tiba di lokasi. Race flag untuk kategori Half Marathon akan dimulai pukul 05:15. Menjelang start, saya sudah berkumpul dengan ribuan pelari. Dari awal start hingga 2-3 km masih agak sulit untuk bisa mulai berlari karena banyaknya peserta yang mengikuti kategori Half Marathon. Berlari melewati rute pedesaan di Bali sangatlah menyenangkan. Bersama ribuan pelari, jarak tempuhnya jadi tidak begitu terasa. Tak terasa sudah KM 10 dan menjelang memasuki Kota Gianyar. Di KM 13 kaki saya mulai kram. Akhirnya saya pun tidak mau memaksakan. Di sisa 8 KM terakhir saya lebih banyak jalan kaki agar kaki tidak “ngelock”, kondisi kaki yang tidak bisa digerakkan sama sekali. Di setiap water station pun saya meminta kepada tim medis agar kaki di semprot atau dipijat untuk mengurangi rasa sakit akibat kram. Tak terasa setelah beberapa jam berlari saya memasuki KM 20. 1 KM lagi menjelang finish. Dengan menahan rasa sakit saya menuju garis finish. Disambut oleh teman-teman Runjani. Momen melewati garis finish adalah momen yang ditunggu-tunggu para pelari. Sulit digambarkan bagaimana rasanya. Rasa bangga, capek, bahagia semuanya menjadi satu. Akhirnya saya bisa menyelesaikan race kategori Half Marathon (21 KM). Walaupun catatan waktu yang tidak begitu bagus.

Medali Bali Marathon

Medali Bali Marathon

Setelah mengambil medali dan refreshment, saya pun duduk istirahat di Bali Safari & Marine Park. Sembari foto-foto dan melihat ekspresi para peserta saat finish. Terima Kasih Bali Marathon. Momen lari yang begitu berkesan. Tahun-tahun berikutnya saya akan mengikuti lagi Bali Marathon.

 

Matur Suksma Bali..

Related Post

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline